Peringati Hari Anak Nasional 2026, Bombana Deklarasikan Bulan Bersama Lindungi Anak

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Bombana Deklarasikan Bulan Bersama Lindungi Anak

BOMBANANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Bombana memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 dengan cara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, peringatan HAN digelar melalui upacara resmi yang dirangkaikan dengan Deklarasi Bulan Bersama Lindungi Anak, sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan terhadap anak.

Bacaan Lainnya

Momentum tersebut dihadiri Bupati Bombana, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat. Dalam kesempatan itu, seluruh pihak menandatangani Fakta Deklarasi Perlindungan Anak sebagai wujud komitmen bersama melindungi anak dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, perundungan, diskriminasi, penelantaran hingga perkawinan anak.

Peringatan HAN Tahun 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Tema tersebut menegaskan bahwa anak merupakan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, didengar pendapatnya, serta memperoleh perlindungan secara utuh.

Dalam amanat yang dibacakan Oleh Bupati Bombana, Burhanudin pada upacara tersebut ditegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

“Perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen bangsa, dimulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah,” demikian isi amanat peringatan Hari Anak Nasional.

Selain itu, anak juga didorong menjadi mitra dalam upaya perlindungan melalui keberanian menyampaikan pendapat, saling menjaga sesama teman, serta berpartisipasi sesuai usia dan kapasitasnya dalam menciptakan lingkungan yang aman.

Dalam peringatan tahun ini, pemerintah juga memperkenalkan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas #RANA) sebagai gerakan bersama yang mengintegrasikan pencegahan kekerasan terhadap anak, pemenuhan hak anak, penguatan keluarga, keamanan ruang digital, hingga respons cepat terhadap berbagai bentuk kekerasan.

Semangat tersebut diperkuat melalui kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) yang mengajak seluruh komponen masyarakat menjadikan perlindungan anak sebagai budaya dalam kehidupan bermasyarakat.

“BERLIAN bukan sekadar kampanye, tetapi gerakan kolaboratif yang menghidupkan semangat gotong royong agar perlindungan anak menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” bunyi amanat tersebut.

Sebagai penguat pesan, peringatan HAN ke-42 juga mengusung tagline “Sayang Anak Sayang Indonesia” yang mengandung makna bahwa mencintai dan melindungi anak merupakan investasi terbaik untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari keberhasilan memenuhi hak-hak anak agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 mengedepankan nilai-nilai dasar seperti berakhlak mulia, bahagia, peduli, berani, cerdas, solidaritas, aman, dan bertanggung jawab. Seluruh rangkaian kegiatan juga dilaksanakan dengan prinsip ramah anak, partisipatif, kolaboratif, desentralisasi, apresiatif, serta memberikan dampak nyata bagi tumbuh kembang anak.

Di akhir amanat, seluruh masyarakat diajak menjadi bagian dari Gerakan BERLIAN agar perlindungan anak terus digaungkan dari keluarga, sekolah, ruang publik hingga ruang digital.

“Mari kita pastikan setiap anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, dihormati, didengar suaranya, serta terpenuhi hak-haknya. Karena ketika seluruh bangsa bersatu melindungi anak, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi Indonesia Emas 2045.”

Pesan khusus juga disampaikan kepada anak-anak Indonesia agar tidak takut melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan. Mereka diimbau untuk segera bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya atau memanfaatkan layanan SAPA 129, sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada setiap anak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *