Sehari Dalam Pencarian, Nelayan Kabaena Timur Ditemukan, Warga Dihimbau Waspada Cuaca Ekstrem Saat Melaut

BOMBANANEWS.COM – Setelah sehari dalam pencarian, seorang nelayan asal Kelurahan Lambale, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan antara Pulau Talaga dan Pulau Kabaena, Kelurahan Dongkala, Minggu dini hari, 23 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Korban diketahui bernama La Parinta (61). Ia ditemukan terapung oleh sesama nelayan yang tengah beraktivitas mencari ubur-ubur di sekitar lokasi kejadian, sekitar pukul 01.15 Wita.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Jajaran Polsek Kabaena Timur kemudian bergerak bersama unsur terkait untuk melakukan evakuasi dan penanganan terhadap korban.

Dalam proses pencarian dan evakuasi, kepolisian bersinergi dengan SMC dan staf KPP Kendari, Pos SAR Baubau, Pos AL Baubau, Koramil Kabaena, Babinsa Dongkala, Puskesmas Dongkala, aparat pemerintah setempat, masyarakat, serta keluarga korban.

Setibanya di lokasi, petugas kepolisian melakukan identifikasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian.

Kapolsek Kabaena Timur IPTU Arifin Adika P., S.Kom., M.M., mengatakan seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat, tertib, dan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Kami pastikan setiap tahapan ditangani dengan baik dan penuh kehati-hatian, serta menjaga sinergi yang baik antarinstansi dan masyarakat di wilayah ini,” ujar IPTU Arifin.

Setelah proses identifikasi dan penanganan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Kelurahan Lambale untuk dimakamkan di pemakaman keluarga pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Musibah tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Kelurahan Lambale. Kepolisian turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengapresiasi seluruh unsur yang telah terlibat dalam proses pencarian hingga evakuasi.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir dan para nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, terutama pada malam hari dan ketika kondisi cuaca maupun perairan sulit dipastikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *