BOMBANANEWS.COM – Olahraga berkuda di Kabupaten Bombana akhirnya terbentuk. Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Bombana resmi memiliki kepengurusan setelah Andi Altin Mappasoko dipercaya sebagai ketua untuk masa bakti 2026–2030.
Andi Altin terpilih melalui musyawarah pembentukan Pordasi Kabupaten Bombana yang digelar di Kasipute, Rabu (19/8/2026).
Terpilihnya Andi Altin membawa harapan baru bagi pengembangan olahraga berkuda di Bombana. Apalagi, waktu menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kota Kendari pada November mendatang semakin dekat.
Usai terpilih, Andi Altin menegaskan dirinya siap mengembangkan potensi olahraga berkuda di Bombana sekaligus mempersiapkan atlet untuk tampil pada ajang Porprov.
“Alasan saya maju sebagai calon Ketua Pordasi Kabupaten Bombana karena ada keinginan untuk memajukan cabang olahraga Pordasi Kabupaten Bombana, terutama dalam rangka mengikuti Porprov di Kendari,” ujarnya.
Menurutnya, terbentuknya Pordasi bukan sekadar membentuk struktur organisasi baru. Lebih dari itu, Pordasi harus menjadi wadah untuk menyatukan potensi kuda, pemilik kuda, komunitas, pecinta olahraga berkuda hingga calon atlet yang selama ini telah ada di Bombana.
Target awal pun cukup jelas. Andi Altin ingin keikutsertaan Bombana pada Porprov 2026 tidak hanya sebatas formalitas, tetapi mampu memberikan kontribusi prestasi bagi daerah.
“Harapan saya, Bombana bisa mengharumkan nama daerah dan minimal mendapatkan medali,” katanya.
Sebagai organisasi yang baru pertama kali terbentuk di Kabupaten Bombana, Andi Altin menyadari masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun fondasi Pordasi.
“Semangat gotong royong perlu kita lakukan karena Pordasi Bombana ini pertama kali diadakan atau dibentuk di Kabupaten Bombana,” ujarnya.
Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi para senior, komunitas, pemilik kuda maupun pihak lainnya yang memiliki kepedulian terhadap olahraga berkuda untuk memberikan masukan.
“Semoga teman-teman dan senior-senior nanti memberikan masukan-masukan,” katanya.
Menurut Andi Altin, potensi awal sebenarnya sudah tersedia. Sejumlah pihak di Bombana telah memiliki kuda yang dapat diarahkan untuk mendukung pembinaan olahraga berkuda.
Bahkan, salah satu kuda yang disebutnya telah tersedia kini tinggal diarahkan pada proses latihan.
“Sudah ada satu. Tinggal dicoba nanti bagaimana dilatih,” ujarnya.
Namun, keberadaan kuda saja dinilai belum cukup. Potensi tersebut harus dibarengi pembinaan terarah, pelatih, atlet serta persiapan teknis agar dapat berkembang menjadi kekuatan olahraga Bombana.
Setelah kepengurusan resmi terbentuk, langkah berikutnya yang akan dilakukan Andi Altin adalah membangun komunikasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bombana.
Koordinasi tersebut penting untuk membahas program pembinaan, kebutuhan atlet, sarana pendukung hingga persiapan menghadapi Porprov 2026.
“Setelah terbentuk kita akan gas komunikasi langsung ke Ketua KONI,” katanya.
Ia menyadari waktu persiapan menuju Porprov semakin terbatas. Karena itu, Pordasi Bombana dituntut bergerak cepat, termasuk menyelesaikan administrasi organisasi dan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk kebutuhan pembinaan maupun persiapan pertandingan
Dukungan KONI Bombana terhadap Pordasi juga menjadi modal penting agar organisasi baru tersebut dapat segera menjalankan program kerja.
Sementara itu, Ketua Pordasi Sulawesi Tenggara, Saharudin, menegaskan bahwa olahraga berkuda memiliki banyak disiplin yang dapat dikembangkan.
Selain pacu kuda, terdapat sejumlah disiplin lain seperti jumping, dressage, endurance, polo hingga berkuda memanah.
Beragam disiplin tersebut membuka peluang besar bagi Bombana untuk membangun atlet dengan kemampuan yang lebih luas. Dengan pembinaan yang tepat, Bombana tidak harus bergantung pada satu nomor pertandingan saja.
Pordasi Sulawesi Tenggara sendiri juga tengah mendorong pengembangan olahraga endurance, termasuk kemungkinan pengembangan jalur endurance di wilayah Konda dan Kendari.
Bagi Bombana, perkembangan berbagai disiplin tersebut menjadi peluang untuk membangun basis atlet berkuda secara bertahap dan berkelanjutan.
Andi Altin pun berharap kepengurusan baru Pordasi Bombana segera bergerak dan tidak kehilangan momentum. Ia ingin organisasi tersebut menjadi rumah bersama bagi seluruh potensi olahraga berkuda di Bombana.
“Insyaallah Pordasi Bombana akan menyala di Porprov nanti,” tegasnya.







