BOMBANANEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Bombana mulai mengambil langkah untuk memperkuat perlindungan sumber mata air di Pulau Kabaena. Salah satunya dengan melakukan identifikasi seluruh mata air yang berada di wilayah tersebut, termasuk yang berada di kawasan perkebunan maupun pertambangan.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, dalam pertemuan yang digelar di Aula Kantor Desa Rahadopi, Pulau Kabaena, Kamis, 1 Oktober 2026. Pertemuan tersebut turut dihadiri para kepala desa yang ada di Pulau Kabaena.
Ahmad Yani menjelaskan, identifikasi mata air menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi dan keberadaan sumber-sumber air yang selama ini menjadi bagian penting bagi kehidupan masyarakat.
“Kita akan melakukan identifikasi seluruh mata air yang ada di Pulau Kabaena, baik yang berada di kawasan perkebunan maupun pertambangan. Dari hasil identifikasi itu, kita akan mencarikan solusi untuk perlindungannya,” jelas Ahmad Yani saat dikonfirmasi.
Menurutnya, upaya perlindungan mata air tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena itu, seluruh desa di Pulau Kabaena akan didorong untuk memiliki kemampuan dalam melakukan pemetaan lingkungan.
Pemetaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi lingkungan masing-masing desa, termasuk keberadaan sumber mata air dan wilayah yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Selain itu, pemerintah juga akan membangun komunikasi antardesa terkait mata air yang memiliki keterkaitan wilayah. Pengelolaan sumber air yang berada atau dimanfaatkan oleh lebih dari satu desa nantinya akan dibahas bersama agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kalau ada mata air yang berkaitan dengan beberapa desa, tentu akan kita komunikasikan bagaimana pengelolaannya. Ini harus dibicarakan bersama agar perlindungan dan pemanfaatannya bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Pertemuan tersebut kemudian menghasilkan sejumlah kesimpulan, salah satunya mendorong adanya pemetaan lingkungan di seluruh desa serta inventarisasi sumber-sumber mata air sebagai dasar dalam menentukan langkah perlindungan.
Sementara itu, Aktivis Lingkungan, Sahrul dimedia sosialnya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bombana yang telah membuka ruang dialog dan merespons aspirasi masyarakat terkait perlindungan mata air di Pulau Kabaena.
Ia menilai, perhatian pemerintah terhadap keberadaan sumber mata air merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat Kabaena.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana yang telah mendengar dan menanggapi aspirasi masyarakat terkait perlindungan mata air Pulau Kabaena,” ujar pria di kenal sapaan Gelo







