Tanam Jagung Kuartal IV di Bombana, Polres Dorong Penguatan Swasembada Pangan

BOMBANANEWS.COM – Upaya mendukung program swasembada pangan nasional terus dilakukan di Kabupaten Bombana. Memasuki kuartal IV tahun 2026, jajaran Polres Bombana bersama pemerintah daerah, TNI, dinas terkait dan kelompok tani melaksanakan penanaman jagung secara serentak.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tanam jagung tersebut berlangsung Jumat, 2 Oktober 2026, sekitar pukul 10.30 WITA, di Kelurahan Doule, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana. Kegiatan dipimpin Kabag Binkar Ro SDM Polda Sultra AKBP Febry Sam, S.I.K., M.Si.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bombana M. Syukri, S.I.P., mewakili Bupati Bombana, Kapolres Bombana AKBP Irwandhy Idrus, S.I.K., M.H., CPHR, Dandim 1431 Bombana Letkol Arm Mulyadi, S.H., perwakilan Bulog, BPS, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, penyuluh pertanian, jajaran Polres Bombana serta kelompok tani dan masyarakat.

Dalam paparannya, Kapolres Bombana AKBP Irwandhy Idrus menjelaskan bahwa lahan yang ditanami dalam kegiatan tersebut memiliki luas sekitar satu hektare. Lahan itu dikelola oleh Nyameng, petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sipadecengi.

“Kegiatan penanaman jagung ini merupakan bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional, sekaligus mendorong peningkatan produksi jagung di Kabupaten Bombana,” ujar Irwandhy dalam paparannya.

Ia menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki, total luas tanam jagung di Kabupaten Bombana sepanjang 2026 mencapai 53,3 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27,8 hektare telah terinput dalam Aplikasi Gugus Tugas.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah laporan kegiatan yang mengalami keterlambatan masuk ke dalam aplikasi. Namun, laporan tersebut tetap disampaikan melalui tautan laporan harian Polda Sultra sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus bahan monitoring kegiatan di lapangan.

Sementara dari sisi produksi, total luas panen jagung di Kabupaten Bombana pada 2026 tercatat mencapai 61,05 hektare, dengan hasil produksi sekitar 134,8 ton. Data tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi untuk mendorong peningkatan produksi jagung di wilayah Bombana.

“Ke depan, upaya akan terus diarahkan pada peningkatan luas tanam, optimalisasi lahan potensial, peningkatan produktivitas dan hasil panen, tertib serta tepat waktu dalam pelaporan, serta peningkatan penyerapan jagung oleh Bulog,” kata Irwandhy.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Polri, pemerintah daerah, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, penyuluh pertanian, kelompok tani hingga Bulog. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung sekaligus memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Setelah rangkaian sambutan dan paparan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman jagung secara simbolis oleh unsur Forkopimda dan pihak terkait. Penanaman tersebut menjadi penanda dimulainya kegiatan tanam jagung kuartal IV tahun 2026 di wilayah Kabupaten Bombana.

Dengan penguatan kerja sama antara pemerintah, aparat, penyuluh dan petani, pengembangan komoditas jagung di Bombana diharapkan tidak hanya meningkatkan luas lahan dan hasil produksi, tetapi juga memperkuat penyerapan hasil panen serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat petani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *