BOMBANANEWS.COM– Dua nelayan asal Pulau Sagori, Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, dilaporkan hilang saat memancing di sekitar perairan Pulau Basa, Kecamatan Poleang, Minggu (13/9/2026).
Kedua nelayan tersebut diketahui bernama Darmasing (62) dan Diki (13). Keduanya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga setelah tidak diketahui keberadaannya usai pergi memancing bersama sejumlah anggota keluarga.
Informasi tersebut diterima Polsek Poleang setelah keluarga menyadari kedua korban belum kembali ke Pulau Sagori.
Kapolsek Poleang, Iptu Muhammad Firdaus melalui Wakapolseknya menjelasakan, Peristiwa bermula pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.
Saat itu, Darmasing bersama cucunya, Diki, berangkat menuju perairan Pulau Basa untuk memancing. Mereka menggunakan tiga perahu bersama anak dan menantunya.
Perahu pertama ditumpangi Darmasing dan Diki. Karena ukuran perahu relatif kecil, hanya keduanya yang berada di dalam perahu tersebut. Sementara perahu kedua ditumpangi empat orang rekannya.
Sekitar pukul 17.00 WITA, rombongan tiba di Pulau Basa dan mulai memasang pancing rawai. Karena menggunakan pancing rawai yang cukup panjang, jarak antarkapal kemudian berjauhan, meski masih dalam jarak pandang.
Keesokan paginya, setelah menarik pancing rawai, perahu yang ditumpangi Darmasing dan Diki tidak lagi terlihat. Keduanya sempat di duga telah lebih dahulu kembali ke Pulau Sagori.
Namun, setelah H. Mursidin bersama Sarman tiba di Pulau Sagori sekitar pukul 16.00 WITA, keluarga mengetahui Darmasing dan Diki belum juga kembali. Keduanya dicari
“Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Poleang bersama tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar perairan Pulau Basa dan wilayah sekitarnya. Pencarian melibatkan personel Polsek Poleang, Basarnas Kendari, Pos Polairud Bombana serta unsur TNI Angkatan Laut Kabupaten Bombana,” Jelas Iptu Firdaus.
Pencarian dilakukan mulai sekitar pukul 14.00 WITA. Namun hingga pencarian dihentikan sementara pada pukul 16.30 WITA, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban maupun perahu yang mereka gunakan.
Pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi gelombang laut semakin tidak bersahabat. Tim gabungan kemudian kembali ke Dermaga Poleang dan berencana melanjutkan pencarian pada Senin (14/9/2026).
Kondisi cuaca ekstrem dengan gelombang besar menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. Selain itu, ukuran perahu yang digunakan korban relatif kecil sehingga terdapat dugaan perahu dapat mengalami kecelakaan atau tenggelam.
Wakapolsek Poleang, IPTU Sudirman, S.H., mengatakan pencarian akan terus dilakukan bersama tim gabungan sebagai upaya menemukan kedua nelayan tersebut.
Hingga pencarian hari pertama berakhir, keberadaan keduanya masih belum diketahui. Tim gabungan dijadwalkan kembali menyisir perairan Pulau Basa dan sekitarnya.







