Viral! Kapolres Bombana Naik ke Mobil Orator Saat Pengamanan Unjukrasa, Ini Penjelasannya Lengkapnya.

Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo bersama personel Polres Lainnya saat pengamanan unjukrasa di Bombana. Foto/Humas Polres Bombana.

BOMBANANEWS.COM– Video yang memperlihatkan Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo, S.I.K.,M.I.K bersama personel Polres Bombana saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa viral di berbagai platform media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat Kapolres Bombana naik ke atas mobil pengeras suara milik massa aksi dan memegang pundak salah satu mahasiswa berambut gondrong. Ketegangan antara aparat kepolisian dan peserta aksi juga tampak berlanjut di badan jalan melalui adu argumen antara kedua belah pihak.

Menanggapi video tersebut, Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim, memberikan penjelasan terkait kronologi kejadian yang terjadi saat aksi unjuk rasa Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mataoleo Kendari Sulawesi Tenggara (IMPPERMOL Kendari Sultra).

Menurut Abdul Hakim, aksi unjuk rasa berlangsung pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 11.00 Wita di Bundaran Tugu Brimob, Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana.

Bacaan Lainnya

Ketegangan terjadi saat massa aksi berencana melakukan pembakaran ban di lokasi demonstrasi.

“Pada saat berlangsung orasi di Bundaran Tugu Brimob, para pengunjuk rasa akan melakukan pembakaran ban atas perintah korlap. Personel pengamanan kemudian menghalau dan mengimbau agar tidak melakukan pembakaran ban serta menurunkan volume pengeras suara karena dari Masjid Raya Nurul Iman Kasipute sudah terdengar shalawat pengantar adzan Zuhur. Namun imbauan tersebut tidak diindahkan,” jelasnya.

Kata Iptu Abdul Hakim, orator tetap mengarahkan massa untuk melakukan pembakaran ban sehingga Kapolres Bombana mengambil tindakan dengan naik ke atas mobil sound system.

“Pak Kapolres Bombana kemudian naik ke atas mobil sound system dan mengamankan mikrofon serta korlap dan orator. Saat itulah terjadi keributan dan adu argumen antara anggota Polri yang sedang bertugas dengan para pengunjuk rasa,” katanya.

Meski sempat terjadi ketegangan, aksi unjuk rasa tetap berlanjut. Massa kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Bombana dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Syahrun.

Adapun tuntutan yang disampaikan mahasiswa berkaitan dengan rencana pengerjaan jalan di Kecamatan Mataoleo.

Sekitar pukul 13.00 Wita, massa kembali melanjutkan aksi di Kantor DPRD Kabupaten Bombana dan diterima oleh Ketua DPRD Kabupaten Bombana, Iskandar.

“Kegiatan unjuk rasa berakhir sekitar pukul 15.00 Wita dalam keadaan aman dan kondusif,” ungkap Iptu Abdul Hakim.

Iya juga menegaskan bahwa Kapolres Bombana secara rutin melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan aksi unjuk rasa di wilayah hukumnya.

Selain itu, tidak terdapat laporan keberatan maupun komplain dari peserta aksi setelah kegiatan berlangsung.

“Setelah kegiatan selesai, personel pengamanan dan para pengunjuk rasa saling bersalaman. Tidak ada komplain dari para pengunjuk rasa baik di lapangan maupun di Polres Bombana,” tutup Iptu Abdul Hakim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *