BOMBANANEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan kesadaran anak untuk menjadi pelopor pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bombana menggelar sosialisasi dan edukasi di SMP 03 Poleang, Kecamatan Poleang, pada Sabtu (7/12/2024). Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan terhadap anak dan perempuan adalah tanggung jawab bersama.
Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Dinas DP3A Bombana, H. Tompo, SH., MH, yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini, menegaskan pentingnya semua pihak ikut berperan dalam mencegah kekerasan. “Perlindungan anak dan perempuan bukan hanya tugas orang tua atau pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama, termasuk anak-anak itu sendiri,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, H. Tompo menekankan bahwa anak-anak perlu didorong untuk memiliki keberanian menjadi pelopor dalam pencegahan kekerasan.
“Usia anak-anak, terutama saat mereka mulai duduk di bangku sekolah dasar, adalah usia yang rentan. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mulai menyadari bahwa mereka juga memiliki peran dalam melindungi diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, anak-anak diajarkan untuk lebih peka terhadap berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan mereka. Mereka juga diberi pengetahuan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan, seperti melapor kepada pihak berwenang jika melihat, mendengar, atau bahkan mengalami tindak kekerasan.
H. Tompo menegaskan bahwa anak-anak harus dibekali dengan pemahaman sejak dini untuk berani bersuara dan melindungi diri mereka.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa, mereka harus merasa aman dan terlindungi. Namun, mereka juga harus tahu bagaimana bertindak jika menghadapi situasi yang mengancam keselamatan mereka,” ujarnya.
Selain memberikan materi edukasi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka. Beberapa siswa mengaku baru memahami pentingnya melapor dan mengenali tanda-tanda kekerasan setelah mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan siswa. Kepala Sekolah SMP 03 Poleang mengapresiasi inisiatif DP3A Bombana yang dinilai sangat bermanfaat dalam membangun karakter anak-anak agar lebih berani dan tanggap terhadap isu kekerasan.
DP3A Bombana berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bombana. Dengan begitu, semakin banyak anak yang teredukasi untuk menjadi pelopor pencegahan kekerasan, menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi semua anak.