PT BBS Didemo Warga Soal Lahan, Begini Penjelasannya

BOMBANANEWS.COM – Belum beroperasi, PT BBS sudah di demo oleh masyarakat. Dilansir dari akun Facebook milik warga, Pada hari ini Senin 20 juli 2026, masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di kantor PT.BBS/PT.TBS untuk menyampaikan beberapa aspirasi masyrakat Desa Pongkalaero-Puununu kepada pihak Perusahaan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan lembaharan pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Koordinator Lapangan, antara Masyarakat dan pihak PT.BBS/PT.TBS tercapai kesepakatan, diantaranya, Pertama PT. BBS tidak diperkenankan melakukan kegiatan/ aktivitas apapun di WIUPnya sampai penyelesaian sosialisasi dan masalah sengketa kepemilikan lahan dilakukan.

Kedua, Mendesak kepada Managemen PT.BBS/PT.TBS untuk segera menyelesaikan terkait masalah lahan dalam tenggang waktu 3×24 Jam

Apabila tuntutan Masyarakat tidak di indahkan selama tenggang waktu yang sudah ditentukan, maka massa aksi akan melakukan Pemboikotan kepada PT.BBS/PT.TBS.

PT BBS akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan sejumlah pihak yang menyebut perusahaan melakukan penyerobotan lahan di tengah tahapan persiapan operasional perusahaan.

Frans, selaku Kepala Teknik Tambang (KTT) PT BBS, menegaskan bahwa perusahaan telah menjalankan seluruh tahapan pengadaan lahan sesuai prosedur yang berlaku. Proses tersebut meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pelibatan pemerintah desa, serta pembebasan lahan kepada pihak yang berhak.

Menurut Frans, perusahaan juga telah membuka ruang dialog dengan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul. Namun, masih terdapat sejumlah pihak yang tetap mengklaim kepemilikan atas lahan yang telah melalui proses pembebasan.

“Kami telah melakukan seluruh tahapan sesuai mekanisme yang berlaku, mulai dari sosialisasi, pembebasan lahan, hingga pemenuhan berbagai aspirasi masyarakat. Perusahaan selalu mengedepankan dialog dalam setiap penyelesaian persoalan,” ujar Frans (rilis)

Ia menegaskan bahwa PT BBS tidak memiliki niat untuk mengambil hak masyarakat. Selama masa persiapan operasional, perusahaan juga telah membangun sejumlah fasilitas penunjang, termasuk pembuatan jalan/akses menuju bescam (lokasi pertambangan).

PT BBS memandang persoalan tersebut telah ditempuh melalui mekanisme yang berlaku dan berbagai aspirasi masyarakat telah diakomodasi secara bertahap. Karena itu, perusahaan membantah tudingan telah melakukan penyerobotan lahan.

Perusahaan berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog dan penyelesaian berdasarkan data, fakta, serta ketentuan hukum yang berlaku, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.(Red)

Pos terkait