BOMBANANEWS.COM – Peristiwa kebakaran rumah yang terjadi di Dusun Tondopi, Desa Tongkoseng, Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, mengundang perhatian publik. Informasi awal yang beredar menyebutkan sedikitnya lima orang meninggal dunia dalam musibah tersebut.
Kabar duka itu pertama kali ramai beredar melalui media sosial. Salah satunya yang di kutip oleh Bombananews.com dalam unggahan akun Facebook bernama Sahrul Gelo, pemilik akun meminta pemerintah daerah segera turun ke lokasi kejadian karena menilai peristiwa tersebut merupakan kejadian luar biasa.
“Mohon disampaikan kepada Bupati Bombana, Wakil Bupati Bombana, Sekda Bombana dan Ketua serta anggota DPRD Bombana agar segera ke lokasi kejadian kebakaran di Desa Tongkoseng. Itu bukan kebakaran biasa, ada lima warga meninggal dunia. Menurutku itu sudah masuk kejadian luar biasa,” tulis akun tersebut
Informasi serupa juga disampaikan Anggota DPRD Bombana, Suryadi, melalui Grup WhatsApp Kewaspadaan Dini Bombana. Dalam pesannya, ia menginformasikan telah terjadi kebakaran rumah yang mengakibatkan lima korban jiwa.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah terjadi kebakaran rumah di Dusun Tondopi, Desa Tongkoseng dan menelan lima korban meninggal dunia. Mohon dinas terkait mengambil tindakan,” tulis Suryadi.
Sementara itu, Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Belum ada hasil olah TKP, masih di TKP semua personel,” ujar Iptu Abdul Hakim singkat.
Di sisi lain, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bombana mengaku tidak menerima laporan saat peristiwa terjadi. Hal tersebut disebabkan lokasi Desa Tongkoseng merupakan daerah dengan keterbatasan jaringan telekomunikasi.
“Wilayah Desa Tongkoseng adalah wilayah yang susah jaringan, sehingga saat kejadian kami tidak mendapatkan laporan. Hingga saat ini pun kami hanya memperoleh informasi peristiwa kebakaran melalui postingan media sosial,” jelas Waridin Kabid Damkar Bombana.
Damkar Bombana juga menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi musim kemarau yang rawan kebakaran.
“Kami turut berbela sungkawa atas peristiwa ini. Semoga semua pihak dapat mengambil hikmah yang baik. Kami terus melakukan edukasi agar setiap desa dan kelurahan memiliki APAR karena alat pemadam api ringan sangat berguna untuk menjinakkan api sejak awal sehingga kerugian dapat diminimalkan,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat diimbau memastikan kondisi dapur tetap aman, memeriksa instalasi dan colokan listrik, serta tidak membiarkan perangkat elektronik tetap dalam keadaan mengisi daya saat ditinggalkan atau ketika hendak tidur guna menghindari korsleting yang dapat memicu kebakaran.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab kebakaran, nilai kerugian, identitas para korban, serta kronologi lengkap kejadian masih menunggu keterangan resmi dari Polres Bombana berdasarkan hasil olah TKP. Informasi mengenai jumlah korban meninggal dunia juga masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah Kecamatan dan Desa setempat.
