Tim Ahli Cagar Budaya Bombana Telusuri Arsip Kuno Moronene

Tim Ahli Cagar Budaya Bombana saat berkunjung di Kantor Arsip Daerah Provinsi Sultra. Foto/Hir/Bombananews.com

BOMBANANEWS.COM – Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Bombana melakukan kunjungan ke Kantor Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk menelusuri sejumlah dokumen kuno yang berkaitan dengan peradaban Suku Moronene, Rabu, 26 November 2025, sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan identitas budaya masyarakat di wilayah Wonua Bombana.

Kunjungan tersebut bertujuan mengidentifikasi arsip-arsip lama atau manuskrip yang menyimpan informasi penting tentang keberadaan dan perjalanan sejarah Suku Moronene di Sulawesi Tenggara.

Tim berharap dapat menemukan dokumen yang dapat memperkuat pemahaman mengenai perkembangan budaya dan sosial masyarakat Moronene dari masa ke masa.

Anggota TACB Bombana, Asbar, mengatakan bahwa penelusuran arsip dilakukan untuk memperkaya data dan referensi.

Bacaan Lainnya

 “Kami berkunjung di Kantor Arsip Daerah untuk melihat arsip-arsip kuno bila ada yang tersimpan di Arsip Daerah Provinsi Sultra,” ujarnya.

Dalam kunjungan di Kantor Arsip, Tim TACB Bombana diterima langsung oleh Tina Silondae, Arsiparis Kantor Arsip Daerah Sultra.

Tim Ahli Cagar Budaya Bombana saat berkunjung di Kantor Museum Sultra. Foto/Hir/Bombananews.com

Selain menyambangi Kantor Arsip Daerah, tim juga melanjutkan kunjungan ke Museum Daerah Sulawesi Tenggara. Di Museum, mereka melihat sejumlah koleksi benda bersejarah yang memiliki keterkaitan dengan peradaban Moronene, termasuk artefak yang mencerminkan kehidupan masyarakat pada masa lampau.

Tim menilai bahwa museum memiliki sejumlah koleksi yang relevan dan berpotensi mendukung proses verifikasi data sejarah.

Oleh karena itu, pendataan ulang dan pencatatan terhadap benda-benda koleksi menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan penelitian.

Melalui penelusuran arsip dan koleksi museum ini guna memperkuat basis data sejarah Moronene sekaligus merumuskan langkah pelestarian yang lebih komprehensif.

Temuan-temuan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam merekomendasikan status cagar budaya serta memperkaya literatur sejarah di Kabupaten Bombana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *