Polsek Poleang Timur Bersama Warga Bersihkan Puing-Puing Pasca Banjir

BOMBANANEWS.COM, BERITA POLRI – Personil Polsek Poleang Timur mengambil langkah cepat menangani dampak banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Poleang Selatan dan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana. Banjir yang terjadi pada Senin, 27 Januari 2025, mengakibatkan puluhan rumah terendam air sebelum akhirnya surut pada pagi hari. Tindakan ini menunjukkan sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat untuk mengatasi dampak bencana.

Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 02.30 hingga 05.30 WITA. Desa Batu Putih dan Desa Laea di Kecamatan Poleang Selatan menjadi wilayah yang terdampak, dengan total 27 rumah warga terendam. Sementara itu, Desa Poleondro di Kecamatan Poleang Tengah mencatat 23 rumah terendam air.

Faktor penyebab utama banjir adalah gorong-gorong yang tersumbat dan saluran air yang sempit, yang tidak mampu menampung debit air.

Setelah banjir surut sekitar pukul 07.00 WITA, warga mulai membersihkan rumah mereka dari sisa lumpur dan puing-puing yang terbawa air. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material dialami beberapa warga yang rumahnya tergenang. Dengan sigap, Polsek Poleang Timur hadir membantu proses pemulihan.

Bacaan Lainnya

Dipimpin oleh Kapolsek Poleang Timur, IPDA Muh Fajar A. T., S.Si, S.H., personel Polsek segera melakukan pendataan rumah terdampak banjir dan membantu membersihkan saluran air yang tersumbat. Bersama pemerintah desa, kecamatan, dan Babinsa, mereka juga merelokasi warga yang rumahnya terendam ke tempat yang lebih aman. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalkan dampak kerusakan.

Pada Selasa, 28 Januari 2025, pukul 09.30 WITA, Polsek Poleang Timur kembali terjun ke lapangan untuk melanjutkan pembersihan saluran air di Desa Batu Putih dan Desa Laea. Kegiatan ini bertujuan memastikan tidak ada lagi sumbatan yang bisa memicu banjir susulan. Warga sekitar juga turut berpartisipasi dalam aksi gotong royong ini.

Kapolsek Poleang Timur menyatakan komitmennya dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat dan memastikan segala saluran air bersih agar banjir serupa tidak terjadi lagi. Ini adalah wujud pengabdian kami kepada masyarakat,” ujarnya.

Tindakan tanggap darurat ini menunjukkan soliditas antara aparat kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam mengatasi dampak bencana. Pembersihan yang dilakukan secara bersama-sama membangun semangat gotong royong untuk memulihkan desa terdampak agar segera kembali normal.

Harapannya, masyarakat dapat lebih terlindungi dari bencana banjir di musim hujan mendatang. Kegiatan pemulihan ini diakhiri dengan suasana kondusif, dengan harapan tidak ada lagi ancaman banjir serupa di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *