Polisi Selidiki Kematian Seorang PNS yang Ditemukan Tergantung dalam Rumah

Polisi saat melakukan evakuasi korban. Foto Humas Polres Bombana

BOMBANANEWS.COM – Seorang pria berstatus aparatur sipil negara (ASN) atau PNS ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kediamannya di BTN Zamzam Blok E-10, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Rabu (25/2/2026) malam. Peristiwa tersebut kini dalam penanganan jajaran Polres Bombana untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim menjelaskan, jasad korban ditemukan sekitar pukul 19.00 WITA.

“Pada hari Rabu, tanggal 25 Februari 2026 sekitar pukul 19.00 WITA, ditemukan sesosok mayat dalam kondisi tergantung di BTN Zamzam Blok E-10, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana,” ujarnya.

Korban diketahui bernama MHS (39). Ia ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya. Penemuan tersebut bermula dari kecurigaan seorang tetangga yang melihat pintu rumah korban dalam keadaan terbuka selama beberapa hari.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan kronologi, pada Senin sekitar pukul 14.00 WITA, seorang warga yang merupakan tetangga korban baru tiba dari Kota Kendari dan sempat bertemu dengan korban di depan rumahnya. Namun, pada Rabu malam, tetangga tersebut merasa curiga karena pintu rumah korban terlihat terbuka selama tiga hari tanpa aktivitas mencurigakan.

“Karena pintu rumah terbuka terus, saksi merasa ada keanehan dan mengajak rekannya untuk mengecek kondisi di dalam rumah,” jelas Abdul Hakim.

Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam posisi tergantung di bar pull up kusen pintu kamar sebelah kiri menggunakan tali di lehernya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan kondisi jenazah mengeluarkan cairan dari mulut dan bagian tubuh sekitar lutut telah membiru. Posisi korban saat ditemukan masih dalam keadaan tergantung.

Polisi telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari mengamankan TKP, berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Bombana, melakukan identifikasi dan olah TKP, hingga mengevakuasi jenazah serta meminta keterangan saksi dan pihak keluarga. Atas permintaan keluarga, jenazah telah divisum di RS Tanduale sebelum dibawa ke Kendari.

 “Sat Reskrim Polres Bombana masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban,” tutup Abdul Hakim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar