BOMBANANEWS.COM, BERITA DISHUB– Mudik Ramadhan dan Lebaran adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang merantau jauh dari kampung halaman.
Tradisi ini menjadi ajang untuk berkumpul kembali dengan keluarga setelah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun berpisah. Suasana haru dan kebahagiaan selalu menyelimuti perjalanan mudik, meskipun sering kali harus menghadapi kemacetan dan perjalanan panjang.
Selain sebagai ajang silaturahmi, mudik juga menjadi momen untuk merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Di kampung halaman, keluarga berkumpul untuk melaksanakan sholat Idul Fitri bersama, saling bermaafan, dan menikmati hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, dan rendang.
Meskipun penuh kebahagiaan, mudik juga membutuhkan persiapan yang matang agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Memastikan kondisi kendaraan prima, membeli tiket jauh-jauh hari, dan menjaga kesehatan selama perjalanan adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dengan persiapan yang baik, mudik akan menjadi pengalaman yang menyenangkan dan membawa kenangan indah bersama keluarga tercinta.

Sepertinya Di Kabupaten Bombana, Tidak sedikit orang yang rela menghabiskan waktu berjam-jam di pelabuhan demi mendapatkan kesempatan untuk berlayar, termasuk di Pelabuhan Feri Kasipute, Bombana.
Pelabuhan Feri Kasipute merupakan jalur utama yang menghubungkan Bombana dengan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Saat musim mudik, kepadatan penumpang di pelabuhan ini meningkat drastis. Para pemudik harus bersabar dalam antrean panjang demi mendapatkan tiket dan menaiki kapal menuju kampung halaman mereka.
Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab atas kelancaran transportasi di Bombana, Dinas Perhubungan Bombana terus berupaya meningkatkan kenyamanan bagi para pengguna jasa Pelabuhan Feri Kasipute. Keluhan dan kebutuhan mendasar pengunjung menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
Kepala Dinas Perhubungan Bombana, Ramsi Rafiu, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang. Salah satu fokus utama adalah perbaikan infrastruktur pelabuhan agar lebih layak digunakan, terutama saat puncak arus mudik dan arus balik nantinya.
Salah satu perbaikan signifikan yang telah dilakukan adalah peningkatan kualitas jalan masuk ke pelabuhan. Pada tahun 2024 lalu, Pemerintah Daerah mengalokasikan anggaran untuk membangun jalan masuk yang kini telah dirigit beton. Dengan adanya peningkatan ini, genangan air yang sering terjadi pada musim hujan di tahun-tahun sebelumnya kini tidak lagi menjadi masalah bagi pengunjung pelabuhan.
“Kami akan terus mengupayakan peningkatan pelayanan pada pengunjung atau masyarakat. Alhamdulillah tahun lalu Pemda menyiapkan anggaran untuk infrastruktur jalan masuk kawasan pelabuhan, jalan sudah dirigit beton,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Bombana, kepada Bombananews.com.
Selain infrastruktur jalan, menurut Kadis Perhubungan, fasilitas umum seperti kebersihan dan sanitasi juga menjadi perhatian utama. Baru-baru ini, Dinas Perhubungan telah menambah fasilitas kebersihan, seperti MCK dan ketersediaan air bersih bagi para penumpang. Dengan adanya fasilitas ini, semoga kenyamanan pengguna jasa pelabuhan semakin meningkat, terutama bagi mereka yang harus menunggu lama sebelum keberangkatan.
“Baru-baru ini kami perbaiki kekurangan dan ketersediaan air bersih, MCK atau WC agar yang pengunjung bisa manfaatkan fasilitas yang ada,” jelasnya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih baik bagi masyarakat Bombana dan sekitarnya. Dengan meningkatnya fasilitas dan layanan di Pelabuhan Feri Kasipute, para pemudik dapat menjalani perjalanan mereka dengan lebih aman, nyaman, dan lancar selama bulan suci Ramadhan. (ADV)