Dinding Retak, Plapon Bergelantungan, Kondisi SD di Kabaena Timur Memprihatinkan

Kondisi dalam ruang belajar bangunan sekolah SDN 37 Balo.

BOMBANANEWS.COM – Di tengah gencarnya program pemerintah dalam memajukan daerah di sektor pendidikan, masih terdapat sekolah yang luput dari perhatian. Salah satunya adalah SDN 37 Balo yang berada di Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana

Salah satu alumni bernama Amran mengunggah video berdurasi 43 detik melalui akun Facebook pribadinya. Dalam video itu terlihat bangunan sekolah yang jauh dari kata layak untuk menunjang proses belajar mengajar.

Rekaman tersebut memperlihatkan plafon berbahan tripleks yang rusak dan bergelantungan di bagian atas ruangan. Teras sekolah yang sebelumnya telah dirabat tampak mengalami kerusakan diduga akibat faktor usia bangunan. Dinding ruang kelas pun hanya dilapisi tripleks yang terlihat rapuh dan tidak kokoh.

Yang lebih memprihatinkan, di tengah kondisi bangunan yang rusak, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung. Dalam video itu terlihat beberapa murid masih berada di dalam ruangan kelas saat proses pembelajaran berlangsung.

Bacaan Lainnya

Amran, yang mengaku sebagai alumni tahun 2005 di sekolah tersebut, menyampaikan keprihatinannya. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi sekolah yang dinilainya sudah sangat tidak layak.

“Saya alumni 2005 di SD itu, sekolahku dulu kasihan. Dan gambar itu terbaru. Sebagai alumni dan masyarakat di sana, saya berharap pemerintah bisa ambil sikap,” ujar Amran saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (28/2/2026).

Kondisi banguan tampak dari depan.

Kepala Sekolah SDN 37 Balo, Darnia, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan. Ia menyebutkan, sekolah tersebut memiliki empat ruang belajar yang hingga kini masih digunakan untuk proses belajar mengajar meski dalam kondisi rusak.

Darnia mengaku telah lima tahun menjabat sebagai kepala sekolah di SDN 37 Balo. Namun selama masa kepemimpinannya, bangunan sekolah tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan, meskipun telah beberapa kali ditinjau langsung oleh Pemerintah Kabupaten Bombana.

“Sejak saya di sini, tidak pernah dapat sentuhan, padahal kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Harapannya sudah tidak bisa lagi dijelaskan karena kondisi bangunan sendiri yang bisa menjawab,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Bombana dari Daerah Pemilihan Kabaena, Ahmad Sutejo, menilai kondisi SDN 37 Balo memang sudah seharusnya direnovasi. Ia menegaskan bahwa dengan kondisi bangunan saat ini, baik siswa maupun guru tidak dapat menjalankan proses pembelajaran secara efektif. Ia juga mengkhawatirkan keselamatan warga sekolah, terutama risiko plafon yang sewaktu-waktu bisa jatuh saat kegiatan belajar berlangsung. Ahmad Sutejo berjanji dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar sekolah tersebut segera mendapat perhatian, mengingat pada awal Januari lalu Kabupaten Bombana disebut menerima bantuan renovasi sekitar 50 unit sekolah dari pemerintah pusat.

“Ada rasa was-was apalagi dengan kondisi plafonnya, takutnya sementara proses belajar jatuh itu plafon. Insya allah dalam waktu dekat saya akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait kondisi SD 37 Balo agar bisa diatensi,” Pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *