BOMBANANEWS.COM– Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop dan UKM) Kabupaten Bombana melalui Bidang Perindustrian menggelar pelatihan kemasan bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Desa Ranokomea.
Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 9-10 Desember ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk olahan pangan yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM di wilayah Bombana. Pelatihan ini dibuka oleh Pj Bupati Bombana yang diwakili oleh Rustam Asisten Bagian Hukum dan Pemerintahan.
Asis Fair, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Bombana, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan UMKM di Kabupaten Bombana.
“Dengan kemasan yang menarik dan informatif, produk UMKM kita akan lebih mudah diterima pasar dan bersaing dengan produk sejenis dan meningkatkan penghasilan masyarakat” ujar Asis Fair.
Dalam pelatihan ini, para peserta diberikan pengetahuan mengenai pentingnya kemasan dalam meningkatkan daya tarik produk, jenis-jenis kemasan yang sesuai untuk produk olahan pangan, serta cara mendesain kemasan yang menarik dan informatif. Selain itu, para peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung pembuatan kemasan produk
“Kami berharap melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM di Desa Ranokomea dapat meningkatkan kualitas produk UMKM dan lebih percaya diri dalam memasarkan produknya,” tambah Asis Fair.
Dengan adanya pelatihan kemasan ini, diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi dan pemasaran produk olahan pangan UMKM di Desa Ranokomea. Selain itu, juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM dan pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Ranokomea.
Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM agar dapat berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Pelaku usaha yang mengikuti pelatihan kemasan produk ini diantara adalah pelaku usaha Kripik Pisang, Dompo dengan ragam rasa, Kerupuk, serta masih banyak lagi kelompok-kelompok usaha lainnya.