BOMBANANEWS.COM – Upaya memperkuat komitmen terhadap pemenuhan hak anak terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek), pemerintah daerah berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam penyusunan dokumen Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang lebih terstruktur dan berkualitas.
Kegiatan bertajuk “Bintek pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak pada Lembaga Pemerintah, Non Pemerintah, Media dan Dunia Usaha Kewenangan Provinsi Tahun 2026” di Kota Kendari pada Senin-Selasa, 30-31 Maret 2026 ini menjadi langkah strategis dalam mendorong terwujudnya kabupaten/kota yang ramah anak. Fokus utama kegiatan adalah memperkuat pemahaman teknis sekaligus praktik langsung dalam penyusunan dokumen KLA berbasis klaster.
Bintek ini diikuti oleh Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) dari 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara sebagai upaya pemerintah daerah dalam mengintegrasikan kebijakan perlindungan anak ke dalam perencanaan pembangunan daerah secara menyeluruh. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bombana di Wakili Lansung oleh Arif Syam, Kepala Bidang PHA.

Sebagai pemateri utama, hadir dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Mohammad Soleh, SE. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencapai target Kabupaten/Kota Layak Anak menuju Provinsi Layak Anak.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting, di antaranya strategi pencapaian Kabupaten/Kota Layak Anak, penguatan kelembagaan KLA, serta praktik penyusunan dokumen kelembagaan yang efektif dan sesuai indikator nasional.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mendalam terkait Klaster Hak Sipil dan Kebebasan, termasuk praktik penyusunan dokumen yang menitikberatkan pada perlindungan identitas, partisipasi anak, dan kebebasan berekspresi yang sehat dan aman.
Pada sesi berikutnya, dibahas Klaster Lingkungan Keluarga, Pengasuhan Alternatif, dan Kesehatan. Materi ini menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan utama tumbuh kembang anak, serta dukungan layanan kesehatan dan pengasuhan alternatif yang layak.
Tak kalah penting, Klaster Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, Kegiatan Budaya, dan Perlindungan Khusus juga menjadi perhatian utama. Peserta diajak memahami bagaimana menciptakan ruang yang aman, edukatif, dan inklusif bagi anak dalam berbagai aspek kehidupan.
Seluruh materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung penyusunan dokumen di setiap klaster. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dokumen KLA yang disusun oleh masing-masing daerah.
Kepala Bidang PHA Dinas DP3A Kabupaten Bombana, Arif Syam, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menyatakan, Materi-materi yang diberikan sangat komprehensif dan dapat menjadi acuan serta dasar dalam penyusunan dokumen KLA di semua klaster, guna mewujudkan Kabupaten Layak Anak.
“Materi-materi yang diberikan sangat komprehensif dan dapat menjadi acuan serta dasar dalam penyusunan dokumen KLA di semua klaster, guna mewujudkan Kabupaten Layak Anak.” Pungkasnya







