BOMBANANEWS.COM – Bencana longsor terjadi di wilayah Olondoro, Desa Rahadopi, Kecamatan Kabaena, yang diduga dipicu oleh aktivitas pertambangan PT Almharig. Kejadian ini mengakibatkan dampak serius terhadap lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat, terutama terputusnya sumber air bersih dan aktivitas pertanian masyarakat.
Wakil Bupati Bombana turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi terkini pasca mendapatkan laporan bahwa mata air yang mengaliri 3 Kecamatan Di Pulau Kabaena itu tertutup material longsor. Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan bahwa material longsor berupa tanah, lumpur, dan batuan telah menutup sumber mata air yang selama ini menjadi andalan warga.
“Kami meninjau langsung kejadian longsor di Olondoro, Desa Rahadopi Kecamatan Kabaena akibat dari aktivitas PT Almharig. Dampaknya sangat luar biasa, mata air tertutup oleh material berupa tanah, lumpur, dan batuan,” ujar Wakil Bupati dalam keterangannya di lokasi kejadian.

Akibat tertutupnya sumber air tersebut, masyarakat di beberapa wilayah terdampak kini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, distribusi air yang selama ini mengandalkan pipa juga mengalami kerusakan parah.
“Sebagai pengawasan, kami sampaikan kepada masyarakat Kabaena Barat, Kabaena Induk, dan Kabaena Selatan agar bersabar karena ini sudah hari kedua sumber air terputus. Kondisi lapangan sangat parah, pipa baja saja ini patah,” lanjutnya.
Pemerintah daerah pun mengakui bahwa kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Selain akses air yang terganggu, kerusakan infrastruktur juga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemulihan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menegaskan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas perusahaan yang diduga menjadi penyebab longsor tersebut, termasuk aspek perizinan dan lingkungan.
“Saya sebagai Wakil Bupati Bombana akan segera memeriksa secara langsung perusahaan ini, kajian lingkungannya, serta AMDAL-nya,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa aktivitas pertambangan memang memiliki kontribusi bagi pembangunan daerah dan negara, namun tetap harus memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Penambangan itu bermanfaat buat negara dan daerah, tapi merusak lingkungan itu tidak diperbolehkan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen akan menindaklanjuti temuan di lapangan setelah proses peninjauan selesai dilakukan.
“Insyaallah kami tindak lanjuti setelah kunjungan ini,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Wakil Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.
“Kami berharap masyarakat Kabaena bersama-sama menjaga daerah ini demi menyelamatkan generasi Kabaena ke depan,” pungkasnya.







