BOMBANANEWS.COM – Polres Bombana kembali melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) malam di kawasan Tugu Munajah dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi.
Sebelum pelaksanaan, seluruh personel mengikuti arahan awal (AAP) yang dipimpin oleh Perwira Pengendali (Padal) IPTU Muh. Bakri. Setelah itu, petugas bergerak melaksanakan pemeriksaan kendaraan yang melintas dengan sasaran senjata tajam, narkoba, minuman keras, serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat secara humanis.
Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk menciptakan situasi keamanan yang tetap kondusif.
“KRYD ini bertujuan menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Personel melaksanakan pemeriksaan kendaraan dengan sasaran senjata tajam, narkoba, minuman keras, serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara humanis kepada masyarakat,” ujar Iptu Abdul Hakim.
Selain pemeriksaan kendaraan, personel juga memberikan tindakan persuasif kepada pengendara yang masih menggunakan knalpot brong. Petugas mengedepankan pendekatan edukatif dengan mengimbau masyarakat agar menggunakan knalpot standar demi menjaga kenyamanan dan ketertiban lingkungan.
Menurut Iptu Abdul Hakim, pendekatan humanis tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pengendara untuk mematuhi aturan berlalu lintas.
> “Kami juga memberikan imbauan kepada pengguna knalpot brong agar menggantinya dengan knalpot standar. Langkah ini dilakukan secara persuasif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menjaga kenyamanan bersama,” jelasnya.
Dari hasil pelaksanaan KRYD, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Bombana tetap aman dan kondusif. Kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas juga dinilai meningkat, sementara selama kegiatan berlangsung tidak ditemukan kejadian menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
