BOMBANANEWS.COM – Kapolres Bombana AKBP Irwandhy Idrus, S.I.K., M.I.K., CPHR melaksanakan kegiatan Jumat Curhat bersama masyarakat Desa Lantari, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Lantari tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai keluhan, aspirasi, serta persoalan yang dihadapi, khususnya terkait kondisi pertanian di tengah musim kemarau, ketersediaan BBM dan LPG, serta persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bombana menyampaikan bahwa Jumat Curhat merupakan salah satu bentuk interaksi langsung antara Kepolisian dengan masyarakat untuk mendengarkan berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan.
“Melalui Jumat Curhat ini, kami ingin mendengar langsung keluhan dan masukan dari masyarakat. Apa yang menjadi permasalahan akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan yang kami miliki, termasuk berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.
Kapolres juga menyoroti kondisi kemarau ekstrem yang berdasarkan informasi cuaca diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan November 2026. Kondisi tersebut dinilai memberikan dampak terhadap masyarakat, khususnya warga yang sebagian besar menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
Menurutnya, kondisi kekeringan membutuhkan perhatian dan langkah bersama antara pemerintah, Kepolisian, serta masyarakat agar dampaknya terhadap aktivitas pertanian dapat diminimalisir.
Selain persoalan pertanian, Kapolres Bombana turut mengingatkan masyarakat terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Berdasarkan pemantauan, masih terdapat titik api di wilayah Kecamatan Lantari Jaya.
Kondisi kemarau yang menyebabkan berkurangnya debit air juga menjadi tantangan dalam penanganan Karhutla. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dalam membuka atau membersihkan lahan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan melakukan pembakaran hutan dan lahan, karena dalam kondisi kemarau seperti sekarang api sangat mudah menyebar dan dapat membahayakan lingkungan maupun permukiman masyarakat,” tegasnya.
Kapolres Bombana juga menyampaikan imbauan terkait bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu yang perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat diminta berperan aktif membantu Kepolisian dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas atau transaksi narkotika di lingkungannya.
“Apabila masyarakat melihat adanya transaksi atau kegiatan yang mencurigakan terkait narkotika, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas maupun Polsek Lantari Jaya. Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah peredaran narkotika,” jelas Kapolres.
Dalam sesi dialog, salah seorang warga Desa Lantari, Daming, menyampaikan keluhan mengenai kondisi petani yang menghadapi kenaikan biaya operasional, terutama kebutuhan BBM untuk proses pengolahan lahan hingga penyedotan air persawahan. Menurutnya, keterbatasan BBM bersubsidi menyebabkan sebagian petani beralih menggunakan LPG, yang kemudian turut mengalami kelangkaan dan kenaikan harga.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Lantari Ovi Asrofi, S.Sos. Ia menyampaikan bahwa sebagian masyarakat mulai menggunakan energi listrik untuk membantu proses penyedotan air ke area persawahan. Untuk itu, ia berharap adanya dukungan dan koordinasi agar jaringan listrik dapat menjangkau seluruh kawasan persawahan di Desa Lantari.
Sementara itu, Kepala BPP Kecamatan Lantari Jaya Edi Winoto menyampaikan bahwa sektor pertanian di wilayah tersebut mendapat perhatian melalui program penanaman jagung seluas 10.000 hektare yang disiapkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, termasuk dukungan berupa bibit dan alat mesin pertanian.
Terkait kebutuhan BBM bersubsidi bagi petani, pihak BPP juga telah menyediakan rekomendasi bantuan BBM bersubsidi sebesar 10 liter per orang untuk membantu kebutuhan operasional petani.
Kapolsek Lantari Jaya IPTU Prasetyo Nento, S.H., M.H., CPM turut menjelaskan bahwa penggunaan LPG oleh sebagian petani sebagai alternatif bahan bakar untuk penyedotan air persawahan turut memberikan tekanan terhadap ketersediaan LPG yang pada dasarnya diperuntukkan bagi kebutuhan rumah tangga.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kapolres Bombana menyampaikan bahwa pihaknya akan membantu menjembatani permasalahan masyarakat melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog Kabupaten Bombana dalam rangka mendukung kesejahteraan petani, termasuk upaya agar hasil produksi pertanian masyarakat memperoleh harga jual yang layak.
Sementara terkait kebutuhan listrik untuk kawasan persawahan, Kapolres Bombana akan berkoordinasi dengan PLN Kabupaten Bombana agar dapat melihat kemungkinan perluasan jaringan listrik yang dapat mendukung aktivitas pertanian masyarakat Desa Lantari.
Kegiatan Jumat Curhat tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog terbuka. Kegiatan dihadiri KBO Binmas Polres Bombana IPTU Muh. Amin, S.H., Kapolsek Lantari Jaya IPTU Prasetyo Nento, S.H., M.H., CPM, Kepala Desa Lantari Ovi Asrofi, S.Sos., Kepala BPP Kecamatan Lantari Jaya Edi Winoto, serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan masyarakat Desa Lantari.
