BOMBANANEWS.COM – Suasana sejuk di kawasan mata air Desa Tirongkotua tampak berbeda pada Senin (23/03), Pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tirongkotua (IPPMATIRTA) menanam sebanyak 50 bibit pohon pinus ditanam di area sekitar mata air.
Aksi ini merupakan aksi nyata yang sarat makna. Di tengah meningkatnya ancaman kerusakan lingkungan, langkah kecil ini menjadi harapan besar bagi keberlanjutan air bersih di masa depan.
Ketua IPPMATIRTA, Wahid Afdal, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran kolektif generasi muda.
“Mata air adalah jantung kehidupan warga Tirongkotua. Kalau tidak dijaga dari sekarang, kita sendiri yang akan merasakan dampaknya di kemudian hari,” jelasnya.
Menurutnya, penanaman pohon merupakan bentuk investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda.
“Penanaman 50 pohon pinus ini adalah langkah awal kami. Harapannya, anak cucu kita nanti masih bisa menikmati air yang bersih dan melimpah,” tambah Wahid.
Pemilihan pohon pinus bukan tanpa alasan. Selain mudah tumbuh, pinus memiliki kemampuan menjaga struktur tanah dan meningkatkan daya serap air. Akar yang kuat mampu menahan erosi, sementara tajuknya membantu menjaga kelembapan tanah, sehingga kualitas dan debit air tetap terjaga, bahkan saat musim kemarau.
Tidak berhenti pada penanaman, IPPMATIRTA juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Edukasi tentang pentingnya menjaga vegetasi di sekitar sumber air menjadi bagian penting dari kegiatan ini.
Untuk memastikan keberhasilan program, IPPMATIRTA berkomitmen melakukan monitoring secara berkala. Bibit yang telah ditanam akan terus dipantau pertumbuhannya, sebagai bentuk tanggung jawab agar upaya ini benar-benar memberikan dampak nyata.
Aksi hijau ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana. Dengan semangat kebersamaan, IPPMATIRTA berharap gerakan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap lingkungan. Dari Tirongkotua, sebuah pesan kuat disuarakan, menjaga alam berarti menjaga kehidupan.
