Dinas Pertanian Bombana Gelar Konsultasi Publik Penyusunan RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan 2024-2028

BOMBANANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bombana menggelar rapat konsultasi publik untuk penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Kelapa Sawit Berkelanjutan tahun 2024-2028. Rapat ini dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Bombana, Edy Suharmanto, sebagai langkah strategis untuk mendorong pengembangan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan di Bombana.

Kepala Dinas Pertanian Bombana, Sarif, SH, menjelaskan bahwa konsultasi publik merupakan tahapan wajib dalam proses penyusunan RAD Kelapa Sawit.

“Kami menghimpun pendapat dan masukan dari berbagai pihak, termasuk camat dan petani sawit, untuk memastikan rencana aksi ini mencerminkan kebutuhan dan potensi pengembangan kelapa sawit di Bombana,” ujarnya.

Kabupaten Bombana memiliki potensi besar dalam sektor kelapa sawit. Dengan luas kebun sawit mencapai 447 hektar yang dikelola oleh 442 petani, serta rencana perluasan hingga 1.000 hektar, kelapa sawit diharapkan menjadi komoditas unggulan selain migas. Bombana juga telah memiliki pabrik pengolahan sawit menjadi crude palm oil (CPO), yang menjadi aset penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Bacaan Lainnya

 “Kelapa sawit harus dibangun dengan prinsip keberlanjutan, menyeimbangkan profit ekonomi, sosial budaya, dan kelestarian lingkungan,” tegasnya.

RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Bombana disusun dengan mengacu pada prinsip 5P (People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership). Dokumen ini juga mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan. Dalam proses penyusunannya, pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak untuk menciptakan desain strategi yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan ekologi.

Penyusunan RAD ini juga didukung oleh Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa sawit yang diterima Kabupaten Bombana pada tahun 2024. Dengan alokasi anggaran yang cukup, pemerintah berharap implementasi program ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Tidak hanya sekadar peraturan, tindak lanjutnya harus nyata,” ujar Edy Suharmanto.

Konsultasi publik ini juga membahas langkah-langkah strategis untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup, seperti pencegahan kebakaran hutan, reforma agraria, dan restorasi lingkungan. Pemerintah Bombana berkomitmen menjadikan wilayahnya sebagai pionir dalam mewujudkan kabupaten lestari di Indonesia.

“Melalui pengembangan yang terencana, kelapa sawit di Bombana tidak hanya menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga contoh bagaimana pembangunan bisa sejalan dengan prinsip keberlanjutan,” pungkas Edy Suharmanto.

Pemerintah berharap RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan 2024-2028 dapat menjadi pijakan penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Bombana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *