BOMBANANEWS.COM – Demi memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, Pemkab Bombana melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan speedboat milik Dinas Perhubungan sebagai pengganti sementara ambulans laut yang tengah bermasalah.
Ditambah beberapa hari lalu, Kebutuhan akan ambulans laut sangat diharapkan oleh masyarakat Kabaena. Baik saat hendak memulangkan jenazah dari Kasipute-Kabaena maupun merujuk pasien dari Pulau Kabaena-RSUD Tanduale. Kondisi tersebut diviralkan oleh warga, menuntut perhatian pemerintah kabupaten.
Kepala Dinas Kesehatan Bombana, Darwin, SE, dalam konfrensi persnya mengatakan kebijakan ini diambil setelah berkoordinasi langsung dengan Sekretaris Daerah dan mendapat persetujuan Bupati Bombana.
“Untuk sementara kita pinjam speedboat Dinas Perhubungan. Insya Allah hari ini sudah diberangkatkan dan langsung standby di Kabaena,” ujar Darwin, Senin (19/1/2026).
Speedboat tersebut akan difungsikan khusus untuk rujukan pasien dari Kabaena menuju Kasipute. Darwin menegaskan, masyarakat tidak akan dibebani biaya sedikit pun.
“Rujukan ini gratis. Seluruh biaya operasional, mulai dari BBM, operator, hingga ABK, ditanggung melalui DPA Dinas Kesehatan,” tegasnya.
Darwin menjelaskan, sebelumnya Dinas Kesehatan Bombana telah memiliki ambulans laut yang beroperasi sejak 2022. Fasilitas itu selama ini melayani rujukan pasien hingga pengantaran jenazah antarwilayah kepulauan. Namun saat ini, ambulans laut tersebut mengalami kendala teknis sehingga belum dapat dioperasikan secara optimal.
Masalah semakin kompleks setelah pengadaan dua unit ambulans laut melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) gagal direalisasikan. Kontrak terpaksa diputus karena penyedia tidak menunjukkan progres pekerjaan hingga batas akhir kontrak.
“Progresnya nol persen sampai kontrak berakhir. Kita tidak bisa ambil risiko. Dalam aturan, pemberian kesempatan hanya bisa dilakukan jika progres sudah di atas 50 atau 75 persen,” jelas Darwin dikutip di Infobombana.id
Meski demikian, Darwin menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Dalam rapat evaluasi APBD pada 5 Januari 2026, kondisi tersebut telah dilaporkan ke pimpinan daerah. Hasilnya, anggaran pengadaan ambulans laut kembali dimasukkan dalam APBD 2026 sebesar Rp2,8 miliar karena dinilai sangat mendesak bagi masyarakat kepulauan.
Sementara itu, ambulans laut yang ada masih menunggu perbaikan. Suku cadang harus didatangkan dari Makassar setelah pencarian di Kendari tidak membuahkan hasil.
“Kalau suku cadangnya sudah tiba, insya Allah ambulans laut kita bisa kembali beroperasi. Targetnya secepat mungkin,” katanya.
Ia mengakui pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan masih belum sempurna, namun memastikan komitmen pemerintah untuk terus melakukan perbaikan.
Langkah peminjaman speedboat ini diharapkan menjadi solusi darurat agar rujukan pasien dari Pulau Kabaena tidak lagi terhambat, sembari menunggu kesiapan penuh ambulans laut milik daerah kembali beroperasi.
