BOMBANANEWS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bombana yang ke-21, digelar pameran barang-barang antik yang memperlihatkan kekayaan budaya dan sejarah masyarakat Bombana.
Pameran ini diselenggarakan di pusat Ibu Kota Kabupaten. Kurongkale menarik perhatian banyak pengunjung dari berbagai kalangan, barang tradisional yang digunakan oleh masyarakat Bombana pada masa lalu dipamerkan, mengungkapkan kekayaan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
Kurongkale, sebuah periuk bundar yang digunakan untuk memasak nasi dan air dengan cara mengukus pada masa lampau. Periuk ini menjadi simbol kehidupan sehari-hari masyarakat Bombana yang pada waktu itu memanfaatkan alat sederhana untuk kegiatan memasak.
Kurongkale juga menggambarkan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian alam, karena proses pengukusan yang dilakukan menggunakan bahan alami seperti kayu bakar.
Selain itu, terdapat pula Poholea, sebuah teplon yang digunakan oleh masyarakat masa lalu untuk menggoreng. Meskipun sederhana, Poholea memiliki nilai sejarah yang tinggi, karena menggambarkan cara memasak yang efisien dan praktis pada zaman tersebut. Barang ini juga menjadi saksi bisu perkembangan peralatan dapur yang digunakan oleh generasi sebelumnya.
Selain itu ada juga Piri, sebuah piring yang digunakan untuk menyajikan makanan raja-raja pada zaman dahulu, memikat para pengunjung dengan desain dan ukurannya yang khas.
Piri menjadi simbol kemewahan dan kehormatan dalam budaya Bombana, yang digunakan hanya dalam acara-acara penting seperti upacara adat atau perjamuan kerajaan. Keberadaan Piri ini menunjukkan tingginya nilai budaya dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Bombana pada masa lalu.
Tidak ketinggalan, Pasitaka Kue (Cetakan Kue) dan Sere (Cerek) juga dipamerkan. Pasitaka Kue adalah alat yang digunakan untuk mencetak kue-kue tradisional, yang kini mulai jarang ditemukan.
Sedangkan Sere, yaitu cerek untuk menyeduh minuman, memiliki desain yang unik dan menjadi simbol keramahan masyarakat Bombana pada masa itu. Pameran ini tidak hanya memperkenalkan barang-barang antik, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melestarikan warisan budaya agar dapat diketahui oleh generasi yang akan datang.